Sebelumnya tak pernah terbayangkan bisa sejauh ini melangkah. Sampai pada akhirnya aku telah sampai pada titik ini dimana aku telah menggenapkan imanku. Yaitu menjalankan sunnahnya, melaksanakan perintahNya. Menikah adalah mimpi setiap mahlukNya sebagai manusia. Yang di inginkan tentunya impian keluarga yang bahagia dengan sakinnah, mawadah dan warohmah. Dulu hanya teori dan konsep yang aku punya, setelah usia 23 tahun inilah diri ini meyakinkan diri bahwa aku telah siap. Siap menjadi seorang istri, teman, sahabat, partner dan satu harapan terindah seorang istri adalah menjadi seorang ibu di samping menjadi istri shalehah.
Aku yakin dengan apa yang menjadi pilihanku kala itu, menerima khitbahmu setelah kurang lebih 3 bulan perkenalan. Ibuku langsung menyetujui lamaranmu saat itu. Begitupun kedua orang tuamu, langsung mencari hari yang tepat di mana semua keluarga besar bisa berkumpul menghadiri acara syakral itu. Hari demi hari ku hitung terasa cepat sepertinya, di barengi dengan kuatnya niatku menggenapkannya.
Aku yakin pada janji-Nya, keluarga adalah di mana suami dan istri saling bersedia hidup bersama atas ridhoNya. Saling menerima, menguatkan, mengingatkan, menyemangati, mengobati, menghibur, mencari solusi bersama, dan melibatkan apapun berdua. Aku dan kamu, menjadi satu dari dua jiwa yang berlainan sifat, hobby, pendapat, sudut pandang tapi semua tak menyulutkan kita untuk mengikat janji besar nantinya. Karena menikah bukan sebatas dari kesamaan tapi dari sebuah kesiapan.
Perjanjian besar di hadapanNya terlaksanakan, kamu telah menghalalkanku. Telah memilihku untuk membersamaimu mengarungi liku hidup. Aku belum terbiasa karena ini hal baru di hidupku, bagi semua orang pada kali pertama pasti merasakan apa yang aku rasakan. Aku masih belajar, kamu pun sama, kita sama sama belajar melangkah berkeluarga. Dengan bekal ilmu yang kita punya, mulailah kita pada waktunya. Berjuang bersama menggapai ridhoNya.
Mpit Kecil
30DWC #30hbc #30hbc22mpit #day22
Tidak ada komentar:
Posting Komentar