Senyawa allisin yang terkandung dalam bawang putih merupakan persenyawaan belerang (sulfur) dan asam amino yang berfungsi sebagai antibiotika. Turunan allisin yang disebut diallyl disulfide oksidase dapat menurunkan kolesterol dan lipida dalam serum darah dan hati.
Penelitian di Jepang oleh Kominato dan Shiga menemukan senyawa scordinin pada bawang putih yang berfungsi sebagai enzim pendorong pertumbuhan. Jika allisin bekerja sebagai pemberantas penyakit, maka scordinin berperan memberikan kekuatan dan pertumbuhan tubuh. Tetapi allisin pada bawang putih mentah dapat berubah menjadi oksidan keras yang dapat menimbulkan gangguan perut dan anemia hemolitik, sehingga dianjurkan tidak memakan bawang putih mentah terlalu banyak.
Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa bawang putih dapat mengurangi risiko kanker. Penelitian Robert H Hurt, ahli hematologi dan onkologi dari Universitas Brown Amerika Serikat, menyebutkan bahwa bawang putih dapat menghentikan berkembangnya sel-sel kanker dalam tubuh manusia. Pernyataan ini diperkuat oleh Weis Burger dan Penskey dari Western Reserve University yang mengadakan penelitian pada tikus yang diinduksi sel kanker dalam 16 hari tikus tersebut mati. Bila sel-sel kanker tersebut diobati dengan sari bawang putih yang disuntikkan, tikus tersebut tidak mati selama 6 bulan. Sedangkan tikus lain yang diberi makanan bawang putih segar tidak terkena kanker.
sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar